024 An-Noor

Semua episode: 285
Arab: النّور
Terjemahan: Cahaya
Ayat: 64

Tentang Surah: An-Noor

Bagikan Halaman

024 An-Noor

Surah An-Nur adalah surah Madni, dan pengetahuannya sangat mendasar untuk memahami hukum melawan perzinahan dan semua langkah yang diambil untuk melindungi kesucian individu untuk melindungi masyarakat dari korupsi. Umar (RA) memerintahkan para wanita Muslim untuk belajar Surah Nur.

Sayangnya, di masa sekarang banyak hukum yang diwahyukan dalam surah ini, dikhususkan untuk menyerang, dan efektivitasnya dipertanyakan. Namun yang tidak diperhatikan adalah bahwa Islam memberikan solusi holistik terhadap permasalahan masyarakat, sehingga semua hukum ini harus dilaksanakan bersama-sama, atau setidaknya semaksimal mungkin, untuk meminimalkan korupsi dan ketidakadilan.
Surah ini dinamai Ayatun Nur, ayat Cahaya, menggambarkan Allah (SWT) sebagai "cahaya langit dan bumi", di tengah-tengah surah.

Mereka yang bersalah karena percabulan harus dicambuk seratus kali, tetapi jika itu telah dibuktikan oleh kesaksian empat orang saksi. Mereka yang tidak menghadirkan empat saksi, maka para penuduh akan dihukum dengan delapan puluh cambukan, dan kesaksian mereka akan ditolak di masa depan kecuali mereka bertobat dan memperbaiki diri.

Peristiwa yang menyebabkan diturunkannya hukum Qadhaf (tuduhan palsu zina), adalah tuduhan terhadap Aisyah (RA), istri Nabi . Fitnah itu disebarkan oleh Abdullah bin Ubayy, pemimpin orang-orang munafik, dan pendapat di kalangan penduduk Madinah pun terpecah. Hal itu menyebabkan banyak kesusahan bagi Nabi dan keluarganya, terutama karena orang-orang beriman seperti Hassan bin Tsabit (RA) dan Hamnah binti Jahsh (RA) terlibat dalam menyebarkan desas-desus juga, sehingga mereka dihukum ketika hukum-hukum ini diturunkan dan Aisha (RA) dibebaskan dari segala dosa oleh Allah (SWT).
Allah (SWT) memperingatkan agar tidak mengikuti jejak setan, yang mengajak ke zina dan membuatnya lebih mudah terjerumus. Dan menuduh wanita suci secara palsu akan mengundang azab Allah SWT di dunia dan di akhirat. Orang-orang yang beriman harus berhati-hati untuk menundukkan pandangan mereka dan melindungi aurat mereka. Perempuan, khususnya, harus menyembunyikan kecantikannya dengan cara menutup aurat dengan baik, meskipun mereka diperbolehkan untuk melonggarkan auratnya di depan kerabat dekatnya, yang telah terdaftar dan disebut “mahram”. Anak-anak harus diajari untuk meminta izin sebelum memasuki kamar orang tua. 


Orang-orang mukmin sejati dicirikan oleh kesediaan mereka untuk mendengarkan dan menaati Allah (SWT) dan Rasul-Nya . Allah (SWT) menjanjikan keamanan dan otoritas kepada orang-orang yang beriman sebagai imbalan atas ketaatan kepada-Nya.

Nabi bukanlah manusia biasa, dan karenanya harus disapa dengan hormat. Dan ketaatan kepadanya sangat diperlukan.