fbpx

029 Al-Ankaboot

Semua episode: 278
Arab: العَنْـكَبُوت
Terjemahan: Laba laba
Ayat: 69

Tentang Surah: Al-Ankaboot

Bagikan Halaman

029 Al-Ankaboot

Ini adalah Surat Makki akhir, meskipun bagian awal diyakini Madni. Namanya berasal dari penyebutan laba-laba, khususnya jaring laba-laba.

Surah dimulai akan mengingatkan orang-orang percaya bahwa iman mereka pasti akan diuji, dan pernyataan iman mereka saja tidak akan memasukkan mereka ke dalam surga. Menggambarkan sikap orang-orang munafik, Allah (SWT) berfirman bahwa kesulitan yang harus mereka tanggung di jalan-Nya sebagai hukuman, tetapi jika mereka melihat keberhasilan maka mereka bergegas untuk mempertaruhkan klaim mereka, tetapi orang-orang seperti itu akan terungkap. Tidak seorang pun akan memikul dosa orang lain, dan masing-masing akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Nuh (AS) mengajak kaumnya ke Tauhid selama sembilan ratus lima puluh tahun, tetapi mereka tidak mengindahkannya dan tenggelam. Demikian pula, Ibrahim (AS) mencoba berunding dengan kaumnya tentang kesia-siaan menyembah berhala batu, tetapi mereka menolaknya. Dia dipercaya oleh Luth (AS), keponakannya, yang juga diangkat menjadi nabi dan diutus ke Sodom. Orang-orang Sodom terlibat dalam homoseksualitas dan dihancurkan setelah mereka menolak untuk menjauhkan diri dari korupsi tersebut, termasuk istri Luth (AS) yang setia kepada orang-orang dan mengkhianati pekerjaan suaminya sebagai gantinya. Demikian pula tanggapan kaum Aad, Tsamud, dan Madyan, dan masing-masing bernasib sama.
Mudah bagi Allah (SWT) untuk mengulangi penciptaan, yang Dia ciptakan pertama kali, sehingga keheranan orang-orang kafir dibangkitkan dari tulang dan debu tidak berdasar. Orang-orang yang mempersekutukan Allah (SWT) diibaratkan seperti jaring laba-laba yang menjebak mangsanya dengan jaringnya, namun rapuh dan dapat dihancurkan dengan sedikit kekuatan.


Untuk tuntutan mujizat dan tanda-tanda khusus yang berulang-ulang oleh orang-orang musyrik, Allah (SWT) berfirman bahwa cukuplah Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi , yang merupakan sumber rahmat dan petunjuk hanya jika mereka mau mengindahkannya. . Orang yang sungguh-sungguh mencari petunjuk, Allah SWT pasti akan membimbingnya di Jalan-Nya.